Pair of Vintage Old School Fru
GAJI GURU AKAN NAIK 120%
Inilah berita yang selalu kita tunggu-tunggu dan kita nantikan oleh semua guru yang ada di Indonesia.Berita ini merupakan berita yang boleh dikatakan sangat menggembirakan untuk kalangan pendidik.Sebenarnya berita ini bukan merupakan sebuah berita yang baru,karena sebelumnya ada beberapa wacana yang memuat berita seperti ini.Kenyataannya sampai sekarang hasilnya nihil alias NOL.

Saya percaya,setelah anda membolak-balik halaman yang ada di sniper mungkin tulisan ini yang pertama kali dibaca oleh anda dari beberapa tulisan yang ada.Tidak mengherankan karena berita ini merupakan berita yang diidam-idamkan oleh kita semua sebagai guru.Kalaupun ternyata bukan tulisan ini yang pertama kali dibaca oleh anda berarti tebakan saya salah he...he...he... maklum saya bukan murid ki joko bodo.

Berbicara masalah kesejahteraan guru,sepertinya mungkin ada beberapa orang diantara teman kita yang hampir merasa bosan bahkan mungkin sudah terasa tidak menarik lagi karena topik kesejahteraan guru ini sudah dibahas sejak zaman nenek moyangnya guru.Mungkin sudah beribu-ribu kali dibahas hingga pada akhirnya menimbulkan sebuah kebosanan.Memang tidak kita pungkiri bahwa perubahan kesejahteraan guru ada,namun mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Dalam hal penyaluran segala uneg-uneg dari mulai tetek sampai bengek yang ada di setiap dada guru Indonesia,kita punya organisasi bernama PGRI yang selalu siap sedia membela nasib guru,baik dari segi tetek sampai bengeknya.

Kita perlu mengacungkan jempol untuk PGRI sebagai wadah perjuangan guru Indonesia yang telah membanting tulang memperjuangkan nasib para guru untuk lebih sejahtera dalam kehidupannya.Dan bersukur pemerintah mau mendengarkan jeritan histeris para guru Indonesia yang gajinya masih kalah oleh TKW yang bekerja di Taiwan.

Sebelumnya guru di Indonesia harus puas dengan sebatas niat dari pemerintah untuk mensejahterakan guru,karena dalam kenyataannya kesejahteraan untuk guru yang dijanjikan oleh pemerintah berjalan agak seret seperti kura-kura yang lagi jalan santai.Ditambah kita harus balapan dengan harga-harga barang yang cepat melambung mengalahkan kenaikan gaji.Tapi walau begitu,guru tetap bersabar dan tetap berterima kasih pada pemerintah walau hanya sebatas niat.

Dimulai dengan anggaran pendidikan yang besarnya mencapai 20% dari APBN maka hati para guru boleh dag dig dug berharap ada keajaiban dari pemerintah untuk kesejahteraan guru dan simsalabim....hasilnya tetep seperti kura-kura yang lagi berjalan dalam keadaan over dosis shabu-shabu.Timbul lagi harapan dengan adanya sertifikasi guru,sehingga para guru berbondong-bondong untuk kuliah S1 walau harus utang sana sini.Setelah lulus S1....simsalabim...hasilnya:"anda harus mengantri karena kuota terbatas akibat anggaran pemerintah yang terbatas"

Hal seperti ini semakin menambah bingung para guru Indonesia yang sudah lama menanti adanya sebuah keajaiban.Mungkin banyak guru yang merasa kecewa,mengapa diadakan program sertifikasi sementara pemerintah belum siap dalam soal anggarannya.Inilah kenyataan yang harus ditelan bulat-bulat oleh guru,walau keselek di tenggorokan...ya telan aja dah he..he..he...

Nah,ngomong-ngomong apa benar gaji guru akan naik 120%?jawabannya:"Ya betul,tapi entah akan terjadi di tahun berapa.Mudah-mudahan kita masih hidup supaya bisa merasakan kenaikan gaji 120% tersebut.Tapi sayangnya,yang kita tahu selama ini bahwa kenaikan gaji lebih dari 100% ternyata oleh pemerintah dicicil tiap tahun".Tiap tahun pemerintah menaikan gaji PNS rata-rata 10%,sementara kenaikan harga kebutuhan pokok naik lebih dari 50% tiap tahun.Gaji naik 10%,cicilan utang ke BANK naik lebih dari 10%(gaji naik,utang ke Bank di boking,akibatnya cicilan ke Bank jadi naik)

Anda kecewa?saya jamin pasti tidak kecewa dengan berita ini,karena guru sudah biasa dihebohkan akan naik gajinya secara drastis walau dalam kenyataan "gagal maning...gagal maning...sooon".Semua berawal dari khayalan atau lamunan,tapi mudah-mudahan jadi kenyataan.Dulu juga orang berkhayal bisa terbang ke bulan,dan kenyataannya benar-benar terjadi.Ditambah hebatnya orang Indonesia mempunyai prinsip "masih untung".Gaji tidak naik?untung masih punya gaji.Tidak punya gaji?untung masih punya penghasilan yang lain.Tidak punya penghasilan yang lain?untung masih diberi kehidupan.Dan seterusnya...dan seterusnya.

Kita berharap semoga tulisan ini dibaca oleh pihak yang terkait supaya paling tidak kesejahteraan guru seluruh Indonesia tetap diperhatikan.Ya paling tidak gaji guru Indonesia sejajar dengan gaji para pembantu di Taiwan.Walau sebenarnya hal ini terlihat kurang etis,tapi saya percaya guru akan tambah bahagia jika paling tidak gajinya disejajarkan dengan para TKW yang ada di Taiwan.Karena kalau tidak salah,gaji para TKW di Taiwan sudah mencapai 4jt atau lebih tiap bulannya.Sementara gaji guru di Indonesia pertama kali diangkat jadi PNS jauh tertinggal.

Perbedaan kesejahteraan guru terutama terlihat sangat mencolok di daerah perbatasan antara Indonesia dengan negara tetangga.Nah di daerah perbatasan tersebut teman-teman kita mungkin hanya bisa mengusap jenggot eh dada melihat kesejahteraan para guru yang ada di negara tetangga.Beruntung kita tidak melihat secara langsung perbedaan kesejahteraan antara guru Indonesia dengan guru yang ada di negara tetangga karena kita memang jauh dengan daerah perbatasan.Dengan begitu kita bisa berpura-pura seolah-olah gaji guru Indonesia adalah yang terbesar diantara guru-guru yang ada di dunia.Jika ada berita gaji guru di negara tetangga lebih besar,anggap saja itu bohong.Nah dengan begitu bisa dijadikan salah satu peredam khayalan kita tentang keinginan naik gaji yang drastis.

Pada akhirnya sebagai guru kita harus tetap bersabar.Walau gaji kita banyak yang mins,walau SK kita banyak yang mesantren di Bank,walau kesejahteraan kita lambat,kita tetap harus semangat dalam mendidik putera-puteri kita yang ada di sekolah.Kita harus ikhlas dalam menjalankan tugas kita sebagai pendidik.Jika kita melaksanakan tugas kita secara ikhlas,tahukah anda?gaji kita akan naik berlipat-lipat,lebih dari 1000% tetapi....dirapel di akhirat nanti dan...tanpa potongan ataupun pajak sepeser pun.

Mohon maaf saya telah mengagetkan para guru terutama yang berada di wilayah cirebon.Anggap ini sebuah hiburan di sela-sela rutinitas tugas guru yang mulia.Dan mari kita berdo'a bersama semoga khayalan kita semua menjadi kenyataan.