MANA YANG BENAR
Ups tunggu dulu,jangan salah paham.Bukan maksud saya untuk mengajak pembaca bermain teka-teki,sebab saya tahu bahwa hampir 100% masyarakat kita mungkin dalam keadaan bingung tujuh keliling alias mumet alias entah apa lagi sebutannya untuk situasi di zaman sekarang yang serba membingungkan ini.
Kali ini saya mencoba untuk mengulas sesuatu di sela-sela kesibukan pembaca yang menumpuk, dengan tulisan yang ringan,singkat,tapi mudah-mudahan bisa mengena di hati.
Suatu waktu di sebuah desa disibukan oleh sebuah acara penyambutan kedatangan seorang pejabat tinggi.Beberapa hari sebelum kedatangan pejabat tersebut dilakukan persiapan-persiapan khusus.Dimulai dengan pembentukan panitia penyambutan,pembentukan seksi hias-menghias untuk mempercantik jalan yang akan dilalui oleh pejabat,sampai hal yang sekecil-kecilnya dipersiapkan.
Saat itu situasi benar-benar seperti layaknya ada pasar kaget.Pak kuwu mondar-mandir kayak ayam mau bertelor,pak sekdes sibuk kesana-kemari dengan motor barunya seperti sedang mempersiapkan lomba balap motor saja.Tidak ketinggalan ketua ibu-ibu PKK sedang tunjuk sana tunjuk sini seperti komandan gerilya di zaman perang kemerdekaan.
Menjelang H-1,pak kuwu bersama masyarakat menggelar pertemuan di balai desa mirip dengan Konfrensi Meja Bundar di Deen Haag.Pertemuan tersebut membahas persiapan akhir menjelang kedatangan pejabat.Pak kuwu memimpin langsung pertemuan tersebut dengan sangat serius.
Ketika tiba waktunya di hari kedatangan bapak pejabat yang terhormat,maka terlihat barisan siswa-siswi sekolah yang berjejer rapi,mengapit jalan yang akan dilalui oleh pejabat yang akan berkunjung tersebut,tidak ketinggalan aparat desa pun sudah bersiap dan di sekitarnya tampak masyarakat berkumpul penuh antusias.padahal waktu masih menunjukkan pukul 06:00 sedangkan jadwal kedatangan pejabat adalah pukul 08:00,tetapi semua sangat bersemangat terlihat dari muka-muka mereka yang ceria bagai suasana di tanggal gajian.
Tak terasa waktu berjalan dengan begitu cepat,bahkan lebih cepat dari pesawat jet buatan rusia.Jam menunjukkan pukul 09:00 tetapi pak pejabat yang ditunggu belum juga datang.Barisan siswa-siswi sekolah sudah mulai resah dan gelisah,bahkan sudah mulai ada yang tumbang satu persatu alias pingsan.Para guru mulai cengar-cengir,aparat desa kelihatan garuk-garuk kepala padahal tidak ada kutunya.
Tepat pukul 12:00 pak kuwu mendapat SMS pemberitahuan yang isinya bahwa kunjungan bapak pejabat digagalkan sehubungan ada acara lain yang mendadak
Bagaikan mendengar petir di siang bolong,bagaikan melihat gaji yang mins 2 juta,bagaikan mendengar khabar tidak lulus sertifikasi,melihat kenyataan seperti itu.Tapi apa mau dikata...mau protes pun pasti tidak didengarkan.
Pada akhirnya pak kuwu dan yang lainnya harus menelan pil pahit sebesar roda traktor,semua biaya penyambutan hilang bagai ditelan genderuwo.Rencana yang sudah tersusun rapi buyar dalam sekejap.
Itulah sekelumit cerita yang terjadi di salah satu desa.Dari cerita tersebut saya suka merenung,mengapa jika ada pejabat yang berkunjung ke suatu tempat disambut dengan luar biasa?Hidangan yang tersedia pun sangat mewah.Mengapa jika saya berkunjung ke suatu tempat hanya disambut dengan ubi jalar?
Jika saja cerita tersebut dibalik,maksudnya jika ada rakyat yang akan berkunjung ke pejabat tinggi,apakah pejabat tinggi tersebut akan mempersiapkan penyambutan seperti cerita diatas?
Pejabat adalah abdi masyarakat,jika membaca cerita di atas sepertinya malah terbalik.Bisa dikatakan masyarakat adalah abdi pejabat.Jadi mana yang benar?
Untungnya cerita tadi hanyalah fiktip belaka,jika ada kejadian serupa dalam dunia nyata,saya mohon maaf.Mungkin itu hanya kebetulan saja.