Di sebuah rumah yang cukup sederhana,terlihat seorang remaja wanita yang seolah-olah dalam keadaan resah.Ia berjalan mondar-mandir...sebentar duduk,kemudian mondar-mandir lagi sambil bicara seorang diri.
LILIS : "YA Allah...malang benar nasibku ini,ingin menuntut ilmu saja susahnya setengah mati.Jangankan biaya untuk sekolah,untuk makan sehari-hari saja betapa sulitnya".(kemudian ia duduk termenung di sebuah kursi yang sudah kelihatan lapuk).
LILIS : "Aku memang tidak menyesali dilahirkan dari seorang ibu yang hanya bekerja sebagai pembantu,aku juga tidak menyesal dilahirkan dari seorang ayah yang hanya buruh tukang kebun.Namun....Ya Allah kuatkan hatiku ini dalam menghadapi cobaanMu...".(sambil menghapus air matanya yang menetes terus-menerus.Tiba-tiba ia dikagetkan oleh seseorang yang menepuk bahunya.Ternyata dia adalah ibunya.)
IBU IRMA : "Lilis anakku...ibu lihat kamu sangat resah sekali.Ada apa gerangan...?"(sambil mengusap-usap rambut anaknya)
LILIS : "Ibu...aku sangat sedih sekali memikirkan nasib kita.Tadi di sekolah teman-temanku mentertawakanku karena aku memakai pakaian seragam yang sudah lusuh dan banyak robekannya.Mereka juga mentertawakan aku karena sepatu dan tas ku sudah tidak layak lagi untuk dipakai"(sambil menangis lalu memeluk ibunya)
(Tiba-tiba terdengar suara seorang lelaki berbicara sambil mendekati ke arah mereka.Ternyata dia adalah ayah dari Lilis)
PAK DODI : "Anakku....kami sebagai orang tua pasti selalu berusaha untuk bisa membahagiakanmu,namun kita harus bersabar...mungkin Allah sedang memberikan cobaan pada kita"
IBU IRMA : " Nah tuh dengerin kata ayahmu...dia berkata benar.Tidak ada satu orang tua pun yang ingin membuat anaknya menderita"(sambil terus mengusap-usap rambut anaknya).
LILIS : "Tapi Bu....aku sudah tidak kuat lagi dengan hinaan teman-teman padaku.Aku ingin berhenti sekolah saja Bu..."(berbicara sambil menangis dan tetap memeluk erat tubuh ibunya).
PAK DODI : "Anakku...kamu harus tetap bersukur dan jangan patah semangat.Beruntung kamu sekarang bisa menikmati sekolah sampai SMA,dulu bapak bahkan tidak pernah menikmati rasanya bersekolah"(sambil mengusap linangan air mata,ikut larut dalam kesedihan)
Terdengar suara ketukan pintu yang kasar berkali-kali seolah-olah orang yang mengetuk pintu tidak sabar untuk menunggu pintunya dibukakan.Dengan cepat ayah membukakan pintu.Ternyata yang mengetuk pintu adalah dua pria yang hendak menagih hutang.
PENAGIH HUTANG 1 : "Sialan lu...lama banget si buka pintunya!"(membentak dengan nada yang marah)
PAK DODI : "ma'af tuan,saya sudah berusaha untuk membukakan pintu dengan secepatnya"(sambil gemetar)
PENAGIH HUTANG 2 : "Ya sudah...cepet sini uangnya untuk membayar utangmu yang sudah cukup lama itu!".
PAK DODI : "Ma'af tuan,kami belum bisa membayar hutang kami.Untuk makan sehari-hari saja kami sangat kesulitan"
PENAGIH HUTANG 1 : "Alaaaah....kamu brengsek,tiap kami nagih utang kesini jawabnya hanya itu-itu saja.Kalau begitu kapan hutangmu bisa lunas ha?..."(berbicara kasar sambil mendorong ayah).
IBU IRMA : "Tuan....ampuni kami,kami berjanji nanti jika sudah ada uangnya pasti akan kami lunasi semua hutang-hutang kami".
PENAGIH HUTANG 2 : "Ha ha ha....,kapan?satu tahun...dua tahun...tiga tahun...atau seumur hidup kalian?Kali ini kami beri kalian kesempatan satu kali lagi,jika nanti kami kembali lagi kesini dan uangnya belum ada...maka ini yang akan kalian rasakan!"(mata melotot sambil mengepalkan tangan)
PENAGIH HUTANG 1 : "Ingat ya....kami tidak berkata main-main.Jika kalian tetap tidak mau bayar hutang pada kami....maka lain kali golok kami yang bicara!"
PENAGIH HUTANG 2 : "Kemon boy...kita pergi,aku sudah muak melihat tampang-tampang miskin ini.Ha ha ha....!"(sambil meraih tangan kawannya,kemudian meninggalkan rumah Ayah1)
LILIS : "Ibuuu....apakah ibu tidak apa-apa?"(sambil menghampiri ibunya).
IBU IRMA : "Alhamdulillah anakku....ibu tidak apa-apa.Ma'afkan ibu ya,ibu telah membuatmu sangat menderita"
LILIS : "Tidak apa-apa bu,saya tidak merasa menderita.Ibu jangan bicara seperti itu padaku"(memeluk ibunya,kemudian menoleh ke arah ayahnya)
"Ayah,apakah ayah juga tidak apa-apa?"(sambil menghampiri ayahnya).
PAK DODI : "Alhamdulillah anakku,ayah juga tidak apa-apa.Ayah hanya kaget dan sedih dengan kejadian tadi".
LILIS : "Sukurlah,ayah dan ibu tidak apa-apa.Semoga Allah tetap senantiasa melindungi keluarga kita".
Tak berapa lama terdengar ketukan pintu kembali.Kali ini ibu yang membukakan pintu.Ternyata yang datang adalah seorang wanita pemilik rumah yang ditempati oleh mereka.
PEMILIK RUMAH : "Kalian sudah menunggak bayar sewa rumah saya selama tiga bulan berturut-turut.Dan menurut perjanjian,maka jika hal itu terjadi...kalian harus angkat kaki dari rumahku!"(berkata dg nada marah sambil tolak pinggang).
IBU IRMA : "Ibu....kami mohon diberi kesempatan beberapa hari lagi untuk bisa membayar sewa rumah ibu"
PEMILIK RUMAH : "Enak saja....sekarang sudah tiga bulan lebih.Lagian sudah ada orang yang mau mengontrak rumah ini !"
(ayah menghampiri ke arah ibu dan pemilik rumah) PAK DODI : "Bu,kami mohon kemurahan hati ibu....kami akan berusaha mencari uang secepatnya.Berilah kami kesempatan tiga hari saja".
PEMILIK RUMAH : "Baiklah...tapi ingat,hanya tiga hari.Tidak boleh lebih dari itu.Jika dalam tiga hari kalian tidak menepatinya,maka kalian harus angkat kaki dari sini...!"(pergi meninggalkan mereka)
Baru juga beberapa menit berlalu,terdengar kembali suara ketukan pintu.Mereka saling berpandangan dengan muka cemas.Kali ini Lilis yang membukakan pintu.
LILIS : "Ayah-ibu....biar aku yang membukakan pintunya"(sambil berjalan untuk membukakan pintu)
Ketika pintu dibuka,ternyata yang datang kali ini adalah ibu kepala sekolah Lilis
KEPALA SEKOLAH : "Assalamu'alaikum ....,apakah orang tuamu ada?"
LILIS : "Wa'alaikumsalam...owh Ibu Kepala Sekolah.Mari Bu masuk,kebetulan ayah dan ibu saya lagi ada di rumah"(Lilis mempersilahkan masuk kepada Ibu Kepala Sekolah).
"Ayah...Ibu...,ini ada Ibu Kepala Sekolah!"
KEPALA SEKOLAH : "Assalamu'alaikum bapak...ibu,ma'af jika kedatangan saya mengganggu istirahat kalian"
PAK DODI : "Wa'alaikumsalam" IBU IRMA : "Wa'alaikumsalam" PAK DODI : "Oh Ibu kepala sekolah rupanya,silahkan duduk Bu...kami tidak merasa terganggu kok,malahan kami semua merasa senang dengan kedatangan ibu"
IBU IRMA : "Ma'af ya Bu,rumah kami berantakan dan jelek".
KEPALA SEKOLAH : "Tidak apa-apa Bu,saya kesini bukan mau menilai rumah ibu dan bapak....tapi ada sedikit kepentingan yang ada hubungannya dengan puteri ibu dan bapak di sekolah"
PAK DODI : "Apakah puteri kami melakukan hal-hal yang bertentangan dengan peraturan sekolah,Bu?"(berbicara dengan nada cemas)
KEPALA SEKOLAH : "Oh...jangan khawatir pak,puteri bapak dan ibu tidak melakukan hal yang tidak baik di sekolah.Justru saya kesini atas nama guru-guru yang ada di SMA kami...yang bersimpati terhadap kegigihan puteri bapak dan ibu dalam menuntut pendidikan"
IBU IRMA : "Alhamdulillah...saya kira puteri kami melakukan hal yang tidak baik di sekolah.Jadi kalau begitu,apakah kami boleh tahu maksud kedatangan Ibu?"
KEPALA SEKOLAH : "Baiklah...saya atas nama guru-guru ingin memberikan dukungan terhadap puteri bapak dan ibu agar tetap bersemangat menuntut ilmu disela-sela kesulitan yang dihadapinya.Kami semua sudah banyak tahu tentang keadaan puteri bapak dan ibu.Oh ya...ini saya membawa titipan dari guru-guru untuk puteri bapak dan ibu"(sambil memberikan beberapa bungkusan ke Lilis)
LILIS : "Terimakasih ya Bu,saya sangat terharu dengan perhatian yang telah diberikan oleh guru-guru saya"(sambil menerima bungkusan yang diberikan oleh Ibu Kepala Sekolah)
KEPALA SEKOLAH : "Sama-sama anakku...coba kamu buka bungkusannya"
Ada tiga bungkusan yang diberikan oleh kepala sekolah,kemudian Lilis membuka bungkusan itu satu persatu.
LILIS : "Horeee...ini sepatu yang cantik,coba aku pake...wah ukurannya ternyata cocok dengan ukuran kakiku !"(kemudian ia membuka bungkusan yang kedua).
"Asiiik....ini tas yang lucu dan bagus,aku sudah lama mengidam-ngidamkan tas yang seperti ini !"(kemudian ia membuka bungkusan yang ketiga)
"Wah apa ini?aduh pakaian seragam baru yang bagus.Alhamdulillah...akhirnya aku punya pakaian seragam sekolah yang bagus"(ia langsung memeluk ibu kepala sekolah sambil menangis)
"Ibu...aku sangat berterima kasih sekali dengan semua pemberian ini,terutama perhatian dari guru-guru.Ternyata Allah Maha Pengasih dan Penyayang".
KEPALA SEKOLAH : "Ya anakku,semoga dengan ini bisa menambah semangat kamu untuk menuntut ilmu,mungkin hanya itu yang bisa diberikan para guru.Oh ya...Bapak dan Ibu,saya mau permisi pulang...soalnya ada keperluan lain yang perlu diselesaikan"(pamitan pada ayah dan ibu Anak1)
PAK DODI : "Iya bu,saya atas nama keluarga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dari guru-guru"(sambil bersalaman dengan ibu Kepala Sekolah).
IBU IRMA : "Ibu,ko cepat-cepat pulang?padahal kami belum menjamu ibu"(sambil bersalaman dengan ibu kepala sekolah)
KEPALA SEKOLAH : "Tidak apa-apa,mungkin lain waktu kalau ada kesempatan...saya bisa berkunjung kembali kesini.Assalamu'alaikum wr.wb"(sambil meninggalkan ruangan rumah)
PAK DODI : "Wa'alaikumsalam wr.wb"
IBU IRMA : "Wa'alaikumsalam wr.wb"
LILIS : "Wa'alaikumsalam wr.wb
Mereka semua serempak membalas salam dari ibu kepala sekolah
Saat itu Lilis merasakan kebahagiaan yang tiada tara.Lilis tampak masih sibuk melihat-lihat barang pemberian gurunya.
PAK DODI : "Nah...betulkan kata ayah,Allah pasti melindungi dan mengasihi orang-orang yang sabar"
LILIS : "Betul ayah....aku sangat bersukur dan berterimakasih pada Allah SWT atas segala karuniaNya yang diberikan pada keluarga kita"
IBU IRMA : "Lilis anakku....kamu harus lebih giat lagi belajar,terbukti bahwa Allah pun mendukung perjuangan kamu kan?"
LILIS : "Iya bu,Lilis janji akan belajar lebih rajin dan lebih semangat lagi"
Tak berapa lama terdengar kembali suara pintu yang diketuk.Mereka saling berpandangan.Ada rasa cemas dan tanda tanya di hati masing-masing.
PAK DODI : "Lilis...coba kamu bukakan pintu"
Lalu Lilis berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu.Betapa kagetnya Lilis ketika tahu yang datang adalah empat orang teman sekelasnya.
TEMAN LILIS : "Surprice.....!"(serempak)
LILIS : "Ya ampuuun,rupanya kalian semua Dewi,Siska,Sintia,dan Reni...aku kira siapa.Ah senangnya aku kedatangan kalian semua.Ayo masuk...!"(sambil menggandeng tangan teman-temannya)
TEMAN LILIS : "Assalamualaikum wr.wb"(serempak)
Pak Dodi,Ibu Irma dan Lilis serempak menjawab salam teman lilis.
"Wa'alaikumsalam wr.wb"
LILIS : "Ibu...Ayah,ini teman-teman Lilis di sekolah"(Lilis mengenalkan teman-temannya pada orang tuanya)
PAK DODI : "Oooh...kalian semua temannya Lilis ya,ayo sini masuk dan duduk"
IBU IRMA : "Wah tumben ni pada kompak,ada apa gerangan?ibu jadi kaget nih"(ibu Irma berkelakar)
DEWI : "Ah tidak ada apa-apa bu,kami semua cuma pengen tahu rumah Lilis aja ko"
Ke empat teman Lilis bersalaman satu persatu dengan orang tua Lilis
SISKA : "Lis,kami tadi sempat tersesat ke rumah Lilis tukang kerupuk lho he he he..."
SINTIA : "Iya Lis,kami semua dikira mau dagang kerupuk"
RENI : "Tapi Alhamdulillah setelah putar-putar akhirnya ketemu juga rumah Lilis ibu camat ini he he he"(Reni berkelakar)
LILIS : "Ah,ternyata sipat canda kalian masih aja belum sembuh"
IBU IRMA : "Oh ya anak-anak....mau minum apa kalian?teh manis,kopi,atau apa?"
DEWI : "Gak usah bu,jangan merepotkan...kami gak akan lama kok"
PAK DODI : "Gak apa-apa neng,kami gak merasa direpotkan.lagian kan neng habis cape muter-muter nyari rumah Lilis"
SISKA : "Gak usah pak,kami kesini cuma ada perlu sedikit aja"
SINTIA : "Iya pak,begini lho...kami berempat sepakat untuk meringankan beban Lilis dengan cara patungan uang yang tidak seberapa untuk dimanfaatkan oleh Lilis.Dan uang itu hasil dari tabungan uang jajan kami pak"
RENI : "Kami di sekolah adalah sahabat baik Lilis,sebagai sahabat tentunya kami sangat peduli terhadap masalah yang sedang menimpa Lilis.Sebulan yang lalu Lilis telah menceritakan semua tentang kesulitannya kepada kami.Lalu sejak itu kami sepakat untuk menyisihkan uang pemberian orang tua kami masing-masing untuk disatukan dan diberikan pada Lilis"
DEWI : "Nah,ini uangnya mohon diterima sama Lilis,tapi maaf ni...gak diamplopin...soalnya di warung amplopnya sudah pada habis he he he"(Dewi memberikan uang tersebut pada Lilis sambil bercanda.Padahal sengaja uang tersebut tidak diberi amplop supaya mereka bersama-sama menyaksikan jumlah uang yang diberikan secara transfaran)
LILIS : "Terima kasih sahabatku semua,aku tidak menyangka kalian sebaik ini.Ternyata dibalik teman-temanku yang membenciku,ada juga sahabat sejati ku yang mau bersahabat dalam suka dan duka.Wah jumlah uangnya banyak sekali,ini bisa dipakai untuk bayar kontrakan,keperluan sekolah bahkan sisanya bisa dijadikan modal untuk dagang kecil-kecilan"(berbicara dengan nada penuh keharuan)
SISKA : "Dan ini surprice khusus buat kamu dari kami semua"
Tiba-tiba ke empat temannya mengeluarkan sebungkus plastik berisikan serbuk putih yang ternyata itu adalah terigu.Lalu masing-masing mengusapkan terigu tersebut ke seluruh tubuh Lilis sambil bersama-sama mengucapkan:
"Selamat Ulang Tahun,Happy birthday to you"
Lilis sangat kaget,ia sendiri lupa pada hari ulang tahunnya karena memang tidak pernah dirayakan.
LILIS : "Sudah...sudah...ni aku jadi seperti hantu.Kalian semua terlalu baik buatku"(berkata dengan nada haru sambil menangis)
SINTIA : "Ih Lilis ko nangis di hari bahagianya.Ayo teman-teman,kita nyanyikan lagu ulang tahun untuk Lilis !" (lalu mereka bersama-sama menyanyikan lagu ulang tahun untuk Lilis.
RENI : "Oh iya Lis,satu lagi kejutan untukmu dari kami untuk merayakan hari ulang tahunmu.Kita rayakan hari ulang tahunmu di sebuah rumah makan,setelah itu kami akan memilihkan kado ultahmu di mall dekat sekolah kita,oke?"
Pak Dodi,Ibu Irma dan Lilis bagai terhipnotis melihat kebaikan sahabat Lilis ini.Namun akhirnya mereka dapat berkata juga.
PAK DODI : "Aduh neng,bapak mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga atas kebaikan kalian semua"
IBU IRMA : "Ibu juga sama neng,mengucapkan terima kasih atas kebaikan kalian semua"
Lilis masih menangis haru,ia masih terpaku hingga mengucapkan kata-kata terima kasihpun tidak kuasa.
DEWI : "Ayo kita berangkat untuk merayakan ulang tahunmu diluar Lis"
Akhirnya mereka berangkat bersama-sama untuk merayakan hari ulang tahun Lilis sesuai rencana dari teman-teman Lilis
Pesan Cerita :
Tidak semua sahabat membenci kita,diantara mereka pastilah ada yang menyayangi kita