
HALAMAN 4
Sungguh dilema saat itu.Aku harus memilih dua pilihan sulit.Jika aku terus bersekolah,maka siapa yang membiayai sekolah dan siapa yang memberi kebutuhan hidupku?Jika aku memilih mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup,maka otomatis aku harus keluar sekolah,sedangkan aku sangat ingin untuk menamatkan sekolah di SPG sebagai pra sarat menjadi pendidik.Padahal hanya sebentar lagi waktu yang harus aku tempuh untuk menamatkan sekolahku.
Benar-benar merupakan sebuah ujian yang sangat berat bagiku.Beban penderitaanku selalu datang seolah tiada akhirnya.Aku selalu harus memilih sebuah pilihan yang sulit.
Di saat-saat seperti ini aku teringat kembali akan kedua orang tuaku yang membuangku begitu saja.Walau ayah aku sudah tau tempat tinggalnya namun ia tidak mau mengakui aku sebagai anaknya,apalagi bertanggung jawab atas perkembangan hidupku.Pernah suatu ketika aku pergi ke rumah ayahku untuk meminta bantuan biaya sekolahku,tapi apa yang kudapat?aku dimarahi dan dia berkata untuk apa sekolah?dan dia menyuruhku untuk berhenti sekolah.Sejak saat itu aku menjadi kapok dan tidak mengunjungi rumah ayahku lagi.Sedang ibu entah dimana keberadaannya.Aku cuma tahu dia berada di jakarta.
Ya Allah,kenapa aku harus terpisah dari kedua orang tuaku?kenapa orang tua asuhku juga dipanggil olehmu sebelum aku bisa berdiri sendiri?kenapa aku kehilangan masa kecilku yang seharusnya aku pun berhak untuk bisa berbahagia seperti halnya dengan kebahagiaan yang dialami oleh anak-anak se usiaku?
Ayah...ibu,kenapa engkau meninggalkanku?kenapa aku dilahirkan jika kalian tidak mau mengakuiku sebagai anak?kenapa aku tidak menikmati air susu ibu walau hanya setetes?kenapa aku tidak menikmati kasih sayang kalian.Apakah ayah dan ibu tidak iba melihat penderitaan nasibku?
Ya Allah,apa yang harus kulakukan saat ini?hanya tinggal Engkau yang aku harapkan kasih sayangnya.
Selama beberapa hari aku merenungi nasibku,selama beberapa hari itu pula air mataku tak berhenti mengalir.
Akhirnya aku sadar bahwa aku tidak boleh berlarut-larut memikirkan penderitaanku dan aku tidak boleh mencucurkan air mata terus menerus.Aku harus tegar,aku tidak boleh cengeng,aku harus mengambil keputusan yang pasti.Terus sekolah ataukah mencari pekerjaan.
Langkah pertama aku harus curhat dan tukar pikiran dengan guru-guru SMP ku,karena mereka pernah berkata akan selalu membantuku jika aku mempunyai masalah.
Kudatangi rumah guru SMP ku satu persatu.Dan ku catat dalam hati segala saran dan hasil pemikirannya.
Diantara sekian dari yang memberi saran padaku,aku tertarik dengan saran ibu Rusmini yang merupakan salah satu guruku.Dia memberikan tawaran padaku agar tinggal di rumahnya saja dan saling membantu.Dia akan membiayai sekolahku beserta kebutuhan hidupku dan aku harus membantu dia menyelesaikan pekerjaan rumahnya.
Karena tiada pilihan yang lebih baik lagi,maka akhirnya ku terima saran dan tawarannya itu.Aku sekarang harus berkemas membereskan pakaian dan sebagainya karena mulai besok aku akan tinggal di rumah guruku itu.
Hari pertama aku tinggal di rumahnya ternyata sangat melelahkan juga karena banyak pekerjaan rutin yang harus aku lakukan seperti mengurus halamannya yang sangat luas(menyapu,menyiram bunganya,dll.minta ampun deh soalnya halamannya sangat luas,aku menyiram bunga tdk pake mesin pompa air krn kala itu belum ada mesin pompa air.jadi aku menyiram bunga saja airnya mengambil dari sumur pake ember bolak-balik lebih dari 40 ember),mengisi bak mandi(tidak dengan mesin pompa air),mencuci piring,mengepel lantai dan lain-lain.
Inilah kegiatanku sehari-harinya.Pk.04:00 aku harus bangun,ngisi bak mandi,mengepel lantai,menyapu rumah,lalu sholat subuh.Pk.04:30 aku harus berangkat sekolah,jika aku sempat menghangatkan nasi maka aku beruntung bisa sarapan,jika tidak sempat maka terpaksa aku sarapan nasi basi atau aku berangkat sekolah tanpa sarapan.Sehingga terkadang aku sering mules perutnya ketika berada di sekolah (akibat sarapan nasi basi),atau terpaksa aku harus minum air yang berasal dari kran tempat menyiram di sekolah (jika tidak sempat sarapan,dan aku gak bisa beli makanan di warung karena gak dikasih uang untuk jajan sekolah).Pk.07:00 sd pk 13:30 aku belajar di sekolah.Lalu pulangnya aku harus nunggu di terminal karena mobil mekar berangkat dari sana antara pk.14:30 an.Datang ke rumah antara pk.16:30 sd pk.17:00 langsung mengerjakan pekerjaan rutin rumah seperti menyiram bunga,menyapu halaman,mengisi bak mandi,mencuci piring,dll.Usai itu aku mandi dan sholat.Kemudian membimbing belajar putera-puteri guruku.Barulah aku bisa makan dan selanjutnya belajar.
Kegiatan seperti itu berlangsung setiap hari.Perutku sering sakit akibat pola makan yg tidak baik(sering makan nasi basi,sering hanya minum air saja klo di sekolah)
Sangat berat memang aku menjalaninya.Tapi apa mau dikata,aku terpaksa harus menerima kenyataan itu demi kelangsungan hidupku dan demi meraih cita-citaku.
Ketika aku menginjak kelas 3,ada seorang guru bahasa inggris di SPG ku yang menawari aku untuk berdiam dengannya.Namanya Pak Sukendar.
Aku mempertimbangkan tawarannya itu,aku pikir keuntungannya aku lebih dekat ke sekolah karena memang guruku itu rumahnya cukup dekat dengan sekolah.
Lalu akupun mengutarakan hal tersebut ke Ibu Rusmini.Dan aku berkata pada dia,bukannya aku tidak betah dengan dia tapi kalau aku tinggal dengan guru SPG ku maka jarak ke sekolah cukup dekat sehingga aku bisa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
Ternyata ibu Rusmini sangat bijaksana.Ia mengerti dengan maksudku.Menurutnya dia akan mendukung apapun yang dirasa baik untukku.
Setelah itu aku mohon pamit pada dia untuk pindah tempat tinggal.Tak lupa aku mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas semua bantuannya padaku.
Selanjutnya aku memulai hidup baru dengan tinggal bersama guru SPG ku itu.
Ternyata tak kuduga sedikit pun bahwa hidup bersama guru SPG ku menjadikan catatan tersendiri buatku.
Kegiatan sehari-hari guru SPG ku setelah mengajar di SPG ia menjadi Dosen di UNTAG Cirebon,pulangnya mencari bisnis dengan cara menjadi sopir carteran yang mangkal di depan stasiun kereta api.Bahkan terkadang aku dibawa oleh dia untuk menjadi kenek mobilnya.Terkadang pulangnya bisa sampai larut malam (bisa jadi sampai pk.02:00 atau pk.03:00),pulang dari bisnis omprengan,mobil langsung dicuci olehku,sering juga aku nyuci mobilnya sambil ngantuk.
Akibat aku sering kurang tidur,maka belajar di sekolah pun sambil ngantuk.Pernah juga beberapa kali aku ketiduran di sekolah,untungnya semua guru SPG memaklumi keadaanku karena mereka tahu kehidupan Pak Sukendar.
Pernah juga aku merasa malu ketika aku ketiduran di sekolah saat sedang belajar dan tidak ada yang membangunkanku,ketika aku bangun ternyata sekolah sudah sepi....aku sangat malu karena tertidur cukup lama.Tp aku bersyukur karena sekolah tidak pernah menghukumku dengan kejadianku seperti itu.
Sebuah pengalamanku yang tak kulupakan yaitu ketika guruku abis ngojek dan pulang tengah malam,aku diajak mancing ke laut.Padahal kala itu aku ngantuk banget,tapi kalau aku menolak maka aku takut dia marah.Maka terpaksa akupun mengikuti keinginannya itu.
Bisa dibayangkan,dalam keadaan mengantuk aku diajak berjalan di bebatuan laut yg licin dan runcing-runcing.Jika kurang berhati-hati maka aku bisa tergelincir dan jatuh dibatuan yang runcing.Belum lagi udara yang sangat dingin disertai angin kencang yang menerpa tubuhku membuat aku menggigil kedinginan.Sekali-kali aku terkena cipratan air laut dan masuk ke mataku.Membuat mataku terasa sangat perih.
NEXT/SELANJUTNYA