Old school Easter eggs.

KISAH HIDUPKU
(kisah nyata)

HALAMAN 2

Sejenak saya dan ibu asuh saya terlena dengan kebahagiaan.Tapi ketika aku ingat pesan dari guruku di sekolah tadi bahwa sesampainya di rumah harus membicarakan dengan orang tua untuk melanjutkan ke SMP mana,maka akhirnya aku baru menyadari bahwa aku benar-benar bingung memikirkan hal itu.

Akhirnya aku menyampaikan kata-kata dari guruku pada ibu asuhku.Aku menanyakan pada ibu asuhku kiranya kemana SMP yang hendak dimasuki.Tapi ibu asuhku menjawab dengan nada yang mengandung seribu kesedihan.Menurut dia,jangankan untuk biaya menuntut pendidikan di SMP,untuk makan sehari-hari saja sangat sulit.Memang aku pun menyadari akan hal itu,karena untuk membiayai hidup kami berdua saja hanya mengandalkan sisa tenaga tua dari ibu asuhku.Kami hidup mengandalkan upah buruh dari orang yang menyuruh kerja pada ibu asuhku.Dan dari penghasilan itu,tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup kami sehari-hari.Tapi,haruskah aku berhenti menuntut ilmu sampai Sekolah Dasar?akh...aku benar-benar sangat bingung.Padahal aku sudah tumbuh semangat yang menggebu-gebu untuk menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi.Aku ingin meraih cita-citaku menjadi seorang guru.Cita-citaku ini sudah tumbuh sejak aku menginjak kelas 3 di sekolah dasar.

Perang di bathinku semakin berkecamuk,antara ingin meneruskan pendidikanku untuk mengejar cita-citaku dan rasa kasihan pada ibu asuhku serta sebuah hal yang sangat sulit jika aku memaksakan diri.Tapi mematikan keinginanku juga rasanya semakin sulit saja.

Akhirnya kuputuskan untuk mencari informasi SMP yang biayanya murah.Dari hasil pencarian informasi ternyata tidak ada satu SMP pun yang biayanya gratis.Terakhir aku mengunjungi sebuah SMP Katholik(Kristen),ternyata menurut kepala sekolahnya di SMP itu bisa gratis jika bagi siswa miskin.Tetapi haruskah aku bersekolah di SMP Kristen?Akh...aku benar-benar sedang ada dalam sebuah kebingungan.Namun akhirnya aku putuskan saja untuk bersekolah disitu,adapun masalah agama aku pikir tergantung kekuatan imannya saja.

Ketika guruku mengetahui bahwa pilihanku ke SMP Kristen,maka aku di nasihati agar sebaiknya jangan masuk ke situ.Tapi setelah aku mengemukakan alasanku,maka guruku terpaksa tidak bisa berbuat apa-apa karena memang memaklumi alasanku.

Selanjutnya aku nekat daftar ke SMP kristen tersebut(SMP Santo Thomas Ciledug).Dan aku memberi tahu ibu asuhku bahwa aku udah daftar di SMP tersebut.Ibu asuhku hanya bisa berlinang air mata melihat kegigihanku untuk bisa melanjutkan sekolah ke SMP.Aku meminta maaf pada ibu asuhku karena tanpa sepengetahuan dia,aku daftar ke SMP Kristen.Untungnya ibu asuhku tidak marah.

Hari pertama aku masuk sekolah ke SMP begitu sangat bahagianya.Kini teman-temanku banyak yang Tionghoa krn memang kebanyakan yang masuk ke sekolah ini adalah anak-anak dari keturunan Tionghoa yang rata-rata berasal dari keluarga yang kaya.Sebenarnya aku minder bersekolah disini tapi karena memang tidak ada sekolah lain lagi yang bisa membebaskan biaya sekolah padaku,akhirnya terpaksa aku memberanikan diri untuk bisa menyesuaikan diri.

Ternyata walau sebagian besar teman-temanku dari kalangan orang berada,tapi mereka tidak terlalu menghinaku atau melecehkanku.Tapi tetap saja aku tidak di akrabi oleh mereka.

Semakin berat saja saingan belajarku,teman-temanku didukung oleh fasilitas belajar yang memadai seperti buku-bukunya yang lengkap dan lain-lain.Tapi aku tetap tidak akan menyerah untuk bersaing dengan mereka.Aku tetap percaya diri dalam hal belajar.

Hari demi hari kulalui bersekolah di SMP Santo Thomas Ciledug ,dan memang aku dibebaskan dari biaya sekolah.Tapi tetap saja yang namanya keperluan sekolah kan sangat banyak misalnya sepatu,tas dan lain sebagainya yang semua itu tidak bisa disubsidi oleh sekolah.Nah,hal inilah yang membuat aku pusing.

Suatu ketika ada salah seorang guruku disitu bernama bpk Heryantara yang menawariku untuk membantu pekerjaan di rumah guruku itu dan ia berjanji untuk membiayai seluruh kebutuhan sekolahku.Kesempatan ini tidak aku sia-siakan.Tawarannya langsung aku terima supaya aku tidak terlalu memberatkan ibu asuhku.

Semenjak itu maka setiap pulang sekolah,aku langsung ke rumah guruku itu untuk membantu pekerjaan di rumahnya.

Hari pertama dan hari-hari awal,aku banyak membuat kesalahan dalam membantu pekerjaan di rumah guruku.Aku masih ingat kesalahan pertama yang aku perbuat adalah ketika aku disuruh menyetrika pakaian guruku.Aku kan gak bisa nyetrika.Pertama nyetrika,aku membuat bolong baju guruku.Akh...aku deg deg an,bisa marah ni guruku!Owh tapi salah dugaanku,guruku tidak marah.Ia memaklumiku,malahan ia langsung mengajariku tentang nyetrika yang baik.

Aku merasa terharu dengan sikap guruku yang begitu baik,aku tidak menduga dari sebelumnya.Guruku dengan penuh kesabaran mengajariku menyetrika,memasak,
mencuci
piring,mencuci pakaian,mengepel,dll.

Dari sinilah akhirnya aku mendapat pelajaran yang berharga.Aku jadi bisa melakukan pekerjaan seperti menyetrika yg baik,mencuci pakaian yang baik,mengepel yang baik dan banyak lagi yang lainnya.

Aku juga mendapat pelajaran yang berharga tentang kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh kalangan orang kaya dan terhormat,seperti cara menyusun peralatan makan di meja makan,sopan-santun dalam makan,dan lain sebagainya.

Di samping aku mendapat pengalaman yang berharga,guruku juga menepati janji untuk membiayai seluruh kebutuhan sekolahku.Dan hal ini demikian sangat berartinya bagiku.Skrg beliau masih hidup walau berada di daerah lain.Jika kebetulan Pak Heriyantara membaca tulisanku ini,maka aku sekali lagi mengucapkan banyak-banyak terima kasih serta mohon maaf belum bisa membalas jasa-jasa dari Bapak.

Selama aku menuntut pendidikan di SMP walau masih tetap diselimuti oleh keprihatinan tapi tidak semenderita ketika di Sekolah Dasar.

Suatu ketika,pada saat pembagian raport di kelas 2,sekolah mencoba mengundang ayah asli ku yang tinggal di daerah perbatasan jawa tengah.Aku gembira karena ayahku mau hadir ke sekolah.Saat itu seluruh orang tua siswa di undang ke sekolah untuk acara pembagian raport.Tibalah saatnya namaku disebut untuk mengambil raport,sebelum raport diberikan...aku disuruh ke depan,kemudian salah satu guru berbicara dihadapan seluruh orang tua murid,menerangkan tentang perjuangan aku menuntut ilmu dalam keadaan yang memprihatinkan tetapi bisa meraih peringkat ke 3.Sambil berbicara,guruku mengusap-usap aku seraya mencucurkan air mata haru melihat gigihnya perjuanganku tanpa orang tua.Seluruh orang tua siswa ikut terhanyut dalam suasana kesedihan.Mereka sama-sama membicarakan orang tuaku sambil berlinang air mata.Hal seperti ini tidak aku duga sebelumnya.Karuan saja aku pun ikut menangis karena ternyata guru-guruku menaruh perhatian yang besar padaku.

Entah kenapa tiba-tiba ayahku pergi keluar ruangan dan tanpa permisi pulang.Mungkin dia malu melihat hal seperti tadi.Akh....ayah...kenapa pergi dengan begitu saja,tadinya aku sudah merasa gembira dengan kehadiran ayahku yang tidak aku duga.

Itulah kali pertama aku bisa bertemu dengan ayahku semenjak aku ditinggal olehnya.Ayahku memang tinggal di tetangga kabupaten,tapi dia tidak mau menemuiku semenjak aku ditinggal olehnya.Dan juga tidak mau memperdulikanku.Sedang ibuku tinggal di jakarta.Mereka sudah pada menikah lagi,dan aku tidak dipedulikan oleh mereka.

Punah sudah harapanku untuk bisa mendapatkan kasih sayangnya.
Biarlah...mungkin aku ditakdirkan untuk hidup tanpa orang tua.Aku percaya,walau tanpa orang tua tapi Allah melebihi orang tua ku

NEXT/SELANJUTNYA